Prosedur dan Cara Hitung Pembagian Dividen Investasi Saham

Prosedur dan Cara Hitung Pembagian Dividen Investasi Saham

Dalam dunia investasi saham, pembagian dividen mengacu pada pembagian laba suatu perusahaan kepada para investor saham berdasarkan porsi saham yang dimiliki. Jumlah laba yang dibagikan dapat diketahui dari laporan kinerja keuangan perusahaan.

Setiap akhir periode akuntansi, idealnya perusahaan mengeluarkan laporan kinerja keuangan, baik dalam bentuk laporan keuangan 3 bulanan, semester, atau tahunan. Nah, dari laporan keuangan inilah pihak-pihak terkait dapat mengetahui performa finansial suatu perusahaan, termasuk salah satunya jumlah dividen. Sebagai investor saham, penting bagi Anda untuk memahami prosedur pembagian dividen investasi saham. Berikut ulasan selengkapnya.

Waktu pembagian dividen saham

Idealnya, pembagian dividen dilakukan setiap akhir periode laporan keuangan, umumnya setahun sekali walaupun terkadang ada juga perusahaan yang membagi dividen dua kali dalam setahun. Satu hal yang pasti, emiten akan terlebih dulu memberi tahu investor saham kapan pembagian dividen dilakukan. Pengumuman ini biasanya akan mencakup sejumlah informasi berikut ini:

  • Declaration date – tanggal pengumuman resmi pembagian dividen oleh emiten, meliputi tanggal pembayaran, tanggal pencatatan, serta jumlah dividen kas per lembar yang akan dibagikan.
  • Date of record – tanggal pencatatan pemegang investasi saham yang berhak atas pembagian dividen terkait.
  • Payment date – tanggal pembayaran dividen oleh emiten kepada investor saham tercatat.
  • Tanggal cum-dividend – batas tanggal aktivitas jual beli saham yang masuk perhitungan untuk mendapatkan dividen.
  • Tanggal ex-dividend – tanggal yang sudah tidak termasuk hal perhitungan pembagian dividen. Jika ada investor yang membeli saham pada periode tanggal ini, maka ia tidak akan mendapatkan dividen di tanggal ini dan dapat menunggu hingga pembagian dividen di periode berikutnya.

Bagaimana cara kerja pembagian dividen saham?

Pertama, pihak emiten akan menentukan nama-nama pemegang atau investor saham yang berhak menerima pembagian dividen. Apabila daftar nama telah ditentukan, selanjutnya dilakukan penentuan distribusi dividen yang akan dibagikan. Penentuan distribusi dividen ini dapat melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau broker tempat investor saham menanamkan dana mereka.

Setelah itu, baru bisa dilakukan penentuan waktu pembagian dividen ke rekening para investor sesuai daftar yang telah dibuat. Perlu diketahui juga bahwa pembagian dividen saham harus mengikutsertakan penghitungan pajak. Tentunya tiap investor saham mendapatkan dividen dalam nominal berbeda, tergantung dari jumlah lembar saham yang dimiliki.

Bentuk dividen saham

Banyak investor pemula yang berpikir bahwa dividen diberikan dalam bentuk tunai. Hal ini tidak sepenuhnya keliru karena memang itulah yang umum dilakukan kebanyakan emiten. Namun, penting pula untuk diketahui bahwa sebenarnya dividen saham memiliki beberapa bentuk, yaitu:

  • Dividen tunai – paling umum dilakukan di Indonesia, dibagikan dalam bentuk uang tunai dengan ditransfer ke rekening masing-masing investor.
  • Dividen saham – dibayarkan dalam bentuk saham tambahan berdasarkan proporsi saham yang sudah dimiliki sebelumnya.
  • Dividen likuidasi – pembagian dilakukan menjelang perusahaan dilikuidasi (bangkrut) selama perusahaan masih memiliki sisa aset yang dapat dibagikan.
  • Dividen skrip – pemberian dividen dalam bentuk surat janji utang. Jadi, perusahaan akan membayar dividen sesuai kesepakatan saat jatuh tempo.
  • Dividen properti – dividen diberikan dalam bentuk aset, biasanya diterapkan apabila kas tunai perusahaan ditanamkan dalam bentuk aset.

Cara hitung pembagian dividen saham

Seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap investor saham akan mendapatkan dividen dalam jumlah berbeda. Biasanya, penghitungannya dilakukan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Cara menghitungnya cukup sederhana, yaitu dengan menggunakan rumus:

Total jumlah dividen yang akan dibagi = laba bersih x persentase rasio pembayaran dividen (%)

Nah, dari rumus tersebut, nantinya Anda bisa menentukan jumlah dividen per saham melalui rumus berikut ini:

Jumlah dividen per saham= total nominal dividen : jumlah saham beredar

Kini, Anda telah mengetahui seluk beluk terkait prosedur dan cara hitung pembagian dividen investasi saham. Walaupun pembagian dividen pasti dilakukan emiten sesuai kebijakan yang berlaku, tidak ada salahnya Anda tetap menghitung dividen saham sendiri. Jika Anda ingin memulai investasi saham, gunakan saja aplikasi MOST dari Mandiri Sekuritas, broker terbaik versi Finance Asia 2020. Investasi saham pun bisa Anda lakukan kapan saja dan di mana saja lewat ponsel pintar Anda. Ternyata tidak terlalu sulit, bukan? Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *