DAMPAK PESATNYA MINI MARKET WARALABA TERHADAP USAHA KECIL (JENIS RITEL)

DAMPAK PESATNYA MINI MARKET WARALABA TERHADAP USAHA KECIL (JENIS RITEL)

Tujuan penelitian untuk mengetahui apa saja dampak maraknya minimarket waralaba terhadap usaha kecil (jenis ritel) di kecamatan Sukun Malang serta untuk mengetahui langkah-langkah antisipasi apa saja yang perlu dilakukan oleh pengusaha kecil dalam menghadapi maraknya minimarket waralaba. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif, peneliti ingin menjelaskan dampak yang dirasakan pengusaha kecil khususnya yang bergerak dalam bisnis ritel akibat pesatnya pertumbuhan minimarket waralaba di Kota Malang khususnya Kecamatan Sukun. Populasi dalam penelitian ini adalah usaha kecil (toko) jenis ritel di Kecamatan Sukun Kota Malang, jumlah sampel yang diambil adalah 15 usaha kecil di Kecamatan Sukun Kota Malang yang tersebar pada 11 kelurahan. Sampel diambil dengan kriteria : barang yang dijual memiliki persamaan (minimal 50%) dengan barang yang dijual di minimarket, Jarak toko/usaha kecil tidak jauh dari minimarket (maksimal 300 meter). Pengambilan sampel dilakuakan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) dampak terbesar dari pesatnya minimarket waralaba terhadap usaha kecil jenis ritel adalah pada keberlangsungan usaha dan penurunan omzet penjualan; 2) dampak terkecil adalah pada strategi pemasaran, hal ini disebabkan karena usaha kecil yang menyatakan hal tersebut telah memiliki pelanggan tetap, berada pada lokasi ramai dan juga karena baru berdiri; 3) harapan dari pengusaha kecil ke depan adalah agar lebih mendapat perhatian dari pemerintah, lebih diminati konsumen, tetap survive dan mampu bersaing dengan usaha yang memiliki modal besar; 4) dampak positif yang dapat dirasakan oleh toko ritel adalah dapat menjadikan usaha kecil lebih kreatif dan inovatif dalam menentukan strategi pemasaran dan menjalankan usahanya.

Discover the world's research

  • 20+ million members
  • 135+ million publications
  • 700k+ research projects

. Selain jarak, keterbatasan modal juga menjadi kendala. Hal ini sejalan dengan penelitian Rusno (2008) , yang menyatakan bahwa pesatnya minimarket waralaba berdampak pada penurunan omzet usaha kecil. Keterbatasan modal menyulitkan pedagang untuk mengembangkan usahanya, menyediakan tempat berjualan yang lebih layak, dan juga mempengaruhi ketersediaan barang. .

  • Oct 2021

Warung is a substitute for the traditional markets for the people of South Kalimantan. The warungs were usually located in the middle of the neighborhood. Several previous studies indicate that the number and income of warungs have continued to decline since the entry of modern retails in South Kalimantan. The objectives of this study were to analyze the impact of modern retails towards warungs and analyze the implementation of the modern retail regulations in South Kalimantan. The method used is mixed methods with qualitative and quantitative approaches. The study findings suggest that modern retailers have tendencies to cause a decline in income to the point of bankruptcy of warungs. Some regulations specifically regulate the existence of franchised minimarkets but do not regulate the warungs specifically. Therefore, there is an urgency to review permits regulations and rules of modern retail locations, local government intervention to improve competitiveness, and facilitation of capital assistance. Abstrak Warung tradisional merupakan pilihan tempat berbelanja selain di pasar tradisional bagi penduduk setempat. Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa omzet warung tradisional menurun sejak kemunculan minimarket waralaba yang mulai menggeser posisi warung tradisional di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh yang ditimbulkan oleh minimarket waralaba terhadap warung tradisional, serta menganalisis regulasi dan implementasi tentang penataan minimarket warlaba di Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan yaitu mix methods dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan minimarket waralaba berpotensi menimbulkan pengaruh negatif, yaitu penurunan omzet hingga penutupan usaha. Terdapat regulasi yang khusus mengatur keberadaan minimarket waralaba, akan tetapi tidak mengatur tentang keberadaannya terhadap warung tradisional. Berdasarkan hasil tersebut maka diperlukan peninjauan kembali regulasi terkait izin pendirian dan penataan lokasi minimarket waralaba, intervensi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing, serta fasilitasi bantuan modal.

. The rapid growth of the mini-market franchise system has also an impact of high competition and new problems for stores with traditional retail. Minimarket franchise system firstly is Indomaret in 1988, which until now has experienced remarkable growth that has reached almost 70%, special for Indomaret and Alfa Mart [11] . In the field of retail product marketing The challenge of competition in the field of product marketing between business people is increasing sharply in addition to consumers who are increasingly educated, and spoiled by the high competition among business people [14]. .

  • Jan 2020
  • Dec 2019
  • May 2019

p>This study aims to analyze how the convergence of Tungku Tigo Sajarangan in sharia economic development through Islamic Financial Institutions (IFI), and then constructs how the concept of sharia economic development is based on the local wisdom of Tungku Tigo Sajarangan in developing IFI. This research is a qualitative research with a sociological approach. The source of this research data was obtained from the informants who were considered to have information about the focus of this study, namely IFI managers and other informants who were considered to support this research. Listening to the data obtained, this study concludes: First, the Tungku Tigo Sajarangan has not given an optimal role in the development of IFI in West Sumatra. Second, optimizing the role of Tungku Tigo Sajarangan in the development of IFI can be strengthened by increasing the synergy with TTS internal and related parties to perform socialization of sharia economic norms in massive, identification of syar'i transaction products, and internalization of adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah .

  • Oct 2017

Buku berjudul “Dinamika Hukum Kontrak Indonesia” berupaya mengkaji berbagai aspek pasang surut impementasi hukum kontrak Indonesia. Seperti terkait eksistensi MoU dalam hukum kontrak, eksistensi hukum perikatan adat, urgensi asas-asas hukum dalam kontrak, dinamika hybrid contact, eksistensi kontrak baku, perlindungan konsumen dalam kontrak, keabsahan transaksi e-commerce, dan sebagainya. Buku ini menjadi penting demi komitmen dalam upaya membangun hukum kontrak Indonesia yang tidak sekedar mengandalkan pada rule of law tapi lebih menaruh perhatian pada rule of moral atau rule of justice.

  • Jan 1999
  • Nur Indrianto
  • Dan Supomo
  • Bambang

Indrianto, Nur dan Supomo, Bambang. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan Menejemen, Edisi 1, Cetakan 1. BPFE. Yogyakarta

Manajemen Pemasaran. Prenticehall Jakarta Laksana, Fajar Manajemen Pemasaran: Pendekatan Praktek. Graha Ilmu. Yogyakarta Marbun. 1996. Manajemen Perusahaan Kecil. Pustaka Bina Marga

  • Jan 2000
  • Kotler Philip

Kotler Philip. 2000. Manajemen Pemasaran. Prenticehall. Jakarta Laksana, Fajar. 2008. Manajemen Pemasaran: Pendekatan Praktek. Graha Ilmu. Yogyakarta Marbun. 1996. Manajemen Perusahaan Kecil. Pustaka Bina Marga. Jakarta Mas'ud, Machfoedz dan Mahmud, Machfoedz. 2005. Kewirausahaan: Metode, Manajemen dan Implementasi. BPFE. Yogyakarta

  • Jan 2002
  • Suharsimi Arikunto

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi V, Cetakan XII. PT Rineka citra Jakarta.

  • Jan 1996
  • Irawan Dan Wijaya
  • Farid Dan Sudjoni
  • Jan 1995
  • Republik Indonesia

Indonesia, Republik (1995). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil Indonesia, Republik (1997). PP No. 16 Tahun 1997 Tentang Waralaba Indonesia, Republik (1997). PP No. 42 Terbit Tanggal 23 Juli Tahun 1997

  • Jan 2008
  • Jan 1999
  • Ricky W Griffin
  • J Dan Ebert Ronald

Griffin, Ricky W. dan Ebert Ronald J. 1999. Bisnis. Pengkaji Materi: Wagiono Ismangil. Prenhallindo. Jakarta

  • Jan 1999
  • Ricky W Griffin
  • J Dan Ebert Ronald

Griffin, Ricky W. dan Ebert Ronald J. 1999. Bisnis. Pengkaji Materi: Wagiono Ismangil. Prenhallindo. Jakarta

Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan Menejemen, Edisi 1, Cetakan 1. BPFE. Yogyakarta Irawan dan Wijaya, Farid dan Sudjoni

  • Jan 1996
  • Nur Indrianto
  • Bambang Dan Supomo

Indrianto, Nur dan Supomo, Bambang. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan Menejemen, Edisi 1, Cetakan 1. BPFE. Yogyakarta Irawan dan Wijaya, Farid dan Sudjoni. 1996. Pemasaran, Prinsip Dan Kasus, Edisi 2. BPFE. Yogyakarta

  • Jan 2000
  • Kotler Philip

Kotler Philip. 2000. Manajemen Pemasaran. Prenticehall. Jakarta Laksana, Fajar. 2008. Manajemen Pemasaran: Pendekatan Praktek. Graha Ilmu. Yogyakarta

Recommended publications

KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PERBANDINGAN SENILAI DAN BERBALIK NILAI

Toto Nusantara

Artikel ini akan mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan permasalahan perbandingan senilai dan berbalik nilai. Pendeskripsian ini berdasarkan hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang berkaitan dengan materi perbandingan senilai dan berbalik nilai yang telah diturunkan dari definisi kedua perbandingan tersebut. Penelitian ini dilakukan terhadap 30 . [Show full abstract] siswa SMP Negeri 2 Malang yang terdiri atas 13 siswa (43,33%) laki – laki dan 17 siswa (56,67%) perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Hasil tes menunjukkan bahwa mayoritas siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan permasalahan perbandingan berbalik nilai. Siswa memahami permasalahan tersebut sebagai permasalahan perbandingan senilai. Akibatnya ia melakukan kesalahan pula dalam membentuk pemodelan matematika permasalahan tersebut dan juga prosedur penghitungannya. Karena siswa tidak memperhatikan hubungan antar kuantitas yang terlibat dalam suatu permasalahan yang berkaitan dengan materi perbandingan, maka ia mengalami kesulitan untuk membedakan permasalahan mana yang termasuk permasalahan yang berkaitan dengan perbandingan senilai atau berbalik nilai. Hal ini didukung oleh hasil wawancara terhadap guru Matematika dan beberapa siswa secara acak. Kata Kunci: berbalik nilai; kesalahan siswa; senilai 1. PENDAHULUAN Penganut teori tingkah laku memandang kesalahan sebagai tingkah laku yang tidak benar, yang perlu diganti dengan tingkah laku yang benar (Lannin, Barker, dan Townsend, 2007). Setiap ada kesalahan, maka perlu ada perbaikan di sana. Begitu pula dengan kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Lannin, Barker, dan Townsend (2007) mengungkapkan bahwa apabila siswa mau belajar dari kesalahannya, maka pemahamannya terhadap suatu pengetahuan akan lebih baik. Hal ini dilakukan agar siswa tidak mengulangi kesalahan yang sama apabila dihadapkan kembali pada permasalahan yang sama maupun yang serupa. Kesalahan yang dilakukan siswa ini perlu mendapat perhatian yang lebih, baik dari siswa itu sendiri maupun dari guru. Kesalahan yang dilakukan siswa dapat dijadikan acuan oleh guru dalam merancang pelaksanaan pembelajaran. Misailidou dan Williams (2003) mengungkapkan bahwa kesalahan dan miskonsepsi siswa pada tugas yang berkaitan dengan materi perbandingan dapat menjadi titik awal untuk perancangan pembelajaran perbandingan yang efektif. Berdasarkan pengetahuan berkaitan dengan kesalahan siswa, seorang guru dapat menentukan pada bagian – bagian pembelajaran mana saja yang memerlukan perhatian lebih dan apa yang harus dilakukannya pada bagian tersebut agar

Strategi Perubahan Perilaku Masyarakat pada Masa Pandemi COVID-19 Melalui Bidang Penyiaran

  • Aris Tristanto
  • Azani Maizuar

Indonesia berada di posisi kedua dengan tambahan kasus baru positif COVID-19 tertinggi di dunia. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya kesadaran atau kepedulian masyarakat mengenai pandemi virus corona ini. Melihat hal tersebut, maka hendaknya pemerintah lebih mendorong masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku dalam hal penerapan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari. Perubahan . [Show full abstract] perilaku tersebut bertujuan agar kasus pertumbuhan COVID-19 dapat dicegah. Untuk mewujudkan perubahan perilaku masyarakat, pemerintah dapat melibatkan berbagai bidang seperti penyiaran. Bidang penyiaran sebagai salah satu cara mendorong perubahan perilaku masyarakat karena bidang penyiaran memiliki kekuatan dalam mempengaruhi masyarakat sehingga masyarakat memandang bahwa apa yang disampaikan oleh bidang penyiaran adalah sebuah kebenaran. Tulisan ini bersifat kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan cara menelaah sumber-sumber tertulis. Dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat pada masa pandemi bidang penyiaran dapat membuat kegiatan seperti : 1) Membuat sosialisasi pencegahan virus corona berbasis budaya lokal; 2) Melakukan himbauan kepada masyarakat menggunakan bahasa yang sederhana; 3) Kampanye dengan melibatkan pemimpin adat dan tokoh masyarakat lainnya. Dalam tulisan ini penulis memberi rekomendasi kepada bidang penyiaran, apabila ingin mengetahui sejauh mana capaian akhir terkait bidang penyiaran dalam membentuk perubahan perilaku masyarakat pada masa pandemi COVID-19 dapat dilihat dari tiga aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan ketiga aspek konatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *