Opsi: Definisi, Karakteristik, Jenis, Cara Kerja, dan Contoh

Opsi: Definisi, Karakteristik, Jenis, Cara Kerja, dan Contoh

Opsi Definisi, Karakteristik, Jenis, Cara Kerja, dan Contoh

Apa itu: Opsi (option) adalah hak untuk membeli atau menjual sejumlah komoditas, mata uang, atau sekuritas pada tanggal tertentu dengan harga tertentu. Opsi yang diperdagangkan dapat dibeli atau dijual kapan saja di bursa mana pun, kontras dengan opsi tradisional, yang sekali dibeli tidak dapat dijual kembali.

Karakteristik kontrak opsi

Fitur standar dari sebuah kontrak opsi adalah:

  • Jenis kontrak. Dua jenis opsi adalah put option dan call option. Keduanya bekerja dengan cara yang saling berkebalikan.
  • Harga opsi. Kita menyebutnya sebagai strike price, yakni harga di mana ketika pemegang mengeksekusi opsi mereka.
  • Premi opsi. Nilai premi opsi tergantung pada faktor seperti spread antara harga pasar saat ini dan harga kesepakatan di masa depan plus nilai waktu dan tingkat volatilitas harga efek yang mendasari.
  • Aset yang mendasari. Mereka bisa berupa saham, ETF, komoditas, atau bahkan mata uang
  • Jumlah item yang menjadi underlying. Itu tergantung pada masing-masing jenis aset yang mendasari. Untuk opsi saham misalnya, satu kontrak biasanya terdiri dari 100 saham.
  • Tanggal kadaluarsa kontrak. Itu sangat bervariasi dan tergantung pada jenis opsi dan aset yang mendasari. Itu bisa berkisar hari atau bahkan tahun.

Untuk sebuah opsi Eropa (European option), anda dapat menggunakan hak anda hanya pada tanggal kedaluwarsa. Sedangkan, untuk opsi Amerika (American option), anda dapat mengeksekusi hak kapan saja hingga tanggal kadaluarsa, sehingga memberi anda kesempatan untuk membeli lebih banyak pada harga yang menguntungkan.

Jenis kontrak opsi

Dua jenis opsi adalah:

  • Call option memberikan pemegangnya hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli efek pada harga tertentu (strike price) pada tanggal tertentu. Anda membelinya dengan harapan harga naik.
  • Put option memberikan pemegangnya hak, bukan kewajiban, untuk menjual efek pada harga tertentu sebelum tanggal kadaluarsa tertentu. Jika anda mengharapkan harga efek akan turun seperti selama bearish, anda membeli put option.

Cara kerja kontrak opsi

Mari kita bahas cara kerja kedua jenis kontrak opsi menggunakan contoh sederhana. Dalam hal ini, saya menggunakan opsi saham sebagai contoh. Satu kontrak opsi saham biasanya mencakup 100 saham dari aset yang mendasarinya.

Cara kerja call option

Untuk memahami cara kerja call option, mari ambil contoh sederhana. Sebuah call option dengan underlying 100 lembar saham memberikan hak kepada anda untuk membeli saham tersebut pada harga Rp100 per saham setiap saat selama tiga bulan ke depan. Selain itu, untuk membeli opsi tersebut, anda juga harus membayar premi Rp2 per saham. Jadi, anda harus mengeluarkan uang sebesar Rp10.000 untuk membeli saham plus total premi sebesar Rp2.00 (Rp2 x 100). Totalnya adalah sebesar Rp10.200.

Karena yakin harga akan terus naik, anda kemudian membeli opsi tersebut. Katakanlah, harga harga saham naik menjadi Rp120 per saham dalam dua bulan. Anda kemudian meng-exercise opsi anda dan membeli 100 saham pada harga Rp100.

Anda kemudian menjual opsi Anda (menutup posisi Anda) dan mengambil keuntungan. Anda menjual masing-masing saham di harga Rp120 dan memperoleh pendapatan sebesar Rp12.000. Setelah anda kurangi dengan harga pembelian dan total premi, keuntungan anda adalah sebesar Rp1.800.

Cara kerja put option

Kebalikan dari call option adalah put option. Itu memberi anda hak untuk menjual saham pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Untuk memahami cara kerja put option, mari ambil contoh mirip kasus di atas. Asumsikan, Anda mempertimbangkan untuk membelinya karena anda melihat kemungkinan harga saham jatuh. Call option memungkinkan anda untuk menjual 100 saham pada harga Rp100 per saham. Anda juga harus membayar premi Rp2 per saham.

Katakanlah, harga saham jatuh menjadi Rp90 per saham. Anda kemudian membeli saham tersebut dan mengeluarkan uang sebesar Rp9.000 (Rp90 x 100). Ditambah dengan total premi sebesar Rp200 (Rp2 x 100), total uang yang anda keluarkan adalah sebesar Rp9.200.

Anda kemudian meng-exercise put option dan menjual saham di harga Rp 100 dan mendapatkan uang sebesar Rp10.000 (Rp100 x 100). Total keuntungan anda adalah sebesar Rp800 (Rp10.000-Rp9.200).

Keuntungan opsi

Pertama, opsi adalah sarana untuk lindung nilai. Investor melakukan lindung nilai terhadap risiko fluktuasi harga. Perusahaan besar biasanya juga memanfaatkan kontrak ini, terutama mereka yang memiliki eksposur keuangan yang besar terhadap suku bunga, nilai tukar, dan komoditas. Ketika kondisi pasar keuangan memburuk, mereka dapat mengimbanginya dengan mengambil opsi untuk memitigasi risiko.

Kedua, potensi keuntungan adalah tinggi. Spekulan bertaruh demi pengembalian besar dengan pembayaran awal yang terbatas. Baik ketika harga turun maupun naik, mereka potensial untuk mendapatkan keuntungan. Mereka dapat membeli put option jika mengekspektasikan harga akan turun di masa mendatang atau membeli call option jika mengharapkan harga akan naik.

Ketiga, biaya relatif kecil. Biaya untuk membeli opsi (premi plus komisi perdagangan) lebih rendah daripada harga efek yang mendasari.

Kerugian opsi

Pertama, struktur opsi lebih rumit. Kompleksitas tinggi karena fitur opsi dan kebutuhan pembeli yang beragam. Beberapa perusahaan biasanya mempekerjakan personil spesialis.

Kedua, potensi risiko kerugian juga tinggi. Anda harus memahami risiko yang terlibat ketika berinvestasi atau menggunakannya sebagai lindung nilai. Nilai waktu opsi terus menurun karena memiliki jangka waktu yang terbatas. Selama jangka waktu tersebut, harga mungkin tidak bergerak sesuai dengan ekspektasi anda, membuat opsi anda sia-sia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *