Apa Itu Trailing Stop dan Cara Menggunakannya dalam Trading

Apa Itu Trailing Stop dan Cara Menggunakannya dalam Trading

Trailing stop adalah salah satu order atau perintah dalam trading yang dapat mempermudah kelancaran trader saat aktivitas jual beli. Apalagi mengingat kondisi pasar yang penuh dengan ketidakpastian, sebagai pemain tentu Bitoctonians perlu memahami bagaimana cara meminimalisir kemungkinan kerugian, bukan?

Nah, selain trailing stop, ada juga istilah yang disebut dengan stop loss dengan fungsi hampir serupa. Lantas, apa perbedaan antara keduanya? Langsung simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa itu trailing stop?

Trailing stop adalah pembaruan dari stop order yang dapat Anda atur nilainya dengan persentase tertentu berdasarkan harga aset terkini di pasaran. Oleh sebab itu, strategi ini biasanya digunakan untuk mengantisipasi likuidasi profit dibandingkan mencegah kerugian hingga break-even point.

Sifat dari trailing stop adalah lebih fleksibel daripada stop loss. Sebab secara sendirinya, trailing stop bisa memprediksi arah harga saham dan tidak perlu mengaturnya secara manual seperti stop loss.

Anda dapat memanfaatkan trailing stop pada saham apapun, apabila sekuritas Anda menyediakan fitur ini untuk pasar saham. Trailing stop juga bisa diatur untuk berperan sebagai market order atau limit order.

Perbedaan trailing stop dan stop loss

Terdapat sejumlah perbedaan antara trailing stop dan stop loss. Pada stop loss, nilai yang Anda tetapkan sifatnya mutlak atau tetap. Contohnya, jika Anda menetapkan stop loss di harga Rp100.000, kemudian harga aset bergerak naik ke harga Rp200.000, Rp300.000 dan seterusnya, stop loss akan berada tetap di harga Rp100.000.

Sedangkan, sifat trailing stop adalah lebih fleksibel yaitu difokuskan untuk menjaga profit yang diterima oleh trader.

Contohnya, Anda menentukan trailing stop sebesar 10%, maka saat harga aset menyentuh Rp200.000, trailing stop secara otomatis akan mengatur stop loss di harga Rp180.000. Lalu, jika harga aset berada di harga Rp300.000, maka trailing stop secara otomatis mengatur stop loss di harga 270.000, dan seterusnya.

Fungsi trailing stop

Pada hakikatnya, fungsi dari trailing stop adalah untuk mengantisipasi segala macam kerugian atau risiko investor. Selain itu, fungsi trailing stop adalah mengunci profit (keuntungan) dengan cara memastikan terpenuhinya harga beli ( entry price ) serta harga jual ( exit price ) aset yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Macam-macam trailing stop

Terdapat 3 macam trailing stop yang paling umum digunakan oleh para trader, di antaranya adalah:

1. Trailing Stop Dinamis

Jenis pertama dari trailing stop adalah trailing stop dinamis, yaitu tipe paling simpel dan sederhana. Melalui trailing stop dinamis, titik stop loss umumnya akan disesuaikan dengan 1 pip ketika setiap harga bergerak kepada titik support.

2. Trailing Stop Tetap

Lalu, Anda juga bisa mengatur titik stop loss sesuai kemauan sendiri, yang mana trailing akan menyesuaikannya secara bertahap. Misalnya, Anda mengatur titik stop loss untuk setiap gerakan harga sebanyak 10 pip.

3. Trailing Stop Manual

Apabila Anda ingin mengontrol stop loss secara penuh, trailing stop bisa dipindahkan manual sesuai kebutuhan Anda. Lalu, terdapat kelebihan saat menggunakan trailing jenis ini, yaitu harga bisa dengan mudah dianalisis sesuai strategi Anda sendiri.

Dengan kata lain, trailing stop manual lebih fleksibel dan dapat dimanfaatkan di segala situasi.

Cara kerja trailing stop

Cara kerja trailing stop adalah saat harga terkini bergerak naik ke atas, trailing stop akan mengikutinya. Namun, apabila harga pada akhirnya berbalik arah atau turun dan mengenai trailing stop, maka transaksi selesai.

Trailing stop adalah fitur otomatis untuk menjaga sisi bawah pergerakan harga saham, selain itu hal ini juga bisa mengunci keuntungan saat harga mencapai tingkat tertinggi yang baru.

Contoh trailing stop

Contoh dari trailing stop adalah sebagai berikut.

Anda membeli saham A di harga Rp100.000 dan mematok trailing stop dengan jarak Rp10.000. Bila harga aset bergerak naik menjadi Rp140.000, maka otomatis trailing stop akan menempatkan stop loss di harga Rp110.000. Jadi, jika misalnya nilai aset tiba-tiba menjadi Rp130.000, artinya aset Anda langsung terjual di harga Rp130.000.

Namun, jika harga aset A terus melambung dan mencapai harga Rp150.000, maka batas stop loss akan berganti dari Rp130.000 menjadi Rp140.000. Jika harga mendadak berbalik arah turun dan berada di harga Rp120.000, maka aset Anda secara otomatis akan terjual sesuai sistem stop loss.

Dalam kondisi ini, Anda bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp40.000 dan dapat meminimalisir risiko kerugian profit.

Cara menggunakan trailing stop

Cara menggunakan trailing stop adalah tergantung dengan platform apa yang Anda gunakan. Namun secara umum, ada 2 posisi yang dapat diambil saat menggunakan trailing stop, yaitu:

1. Posisi Beli ( Buy )

Posisi pertama dari trailing stop adalah beli atau buy , yaitu dimana stop loss akan terus bergerak naik mengikuti harga saat ini.

2. Posisi Jual ( Sell )

Sementara posisi kedua dari trailing stop adalah jual atau sell , yaitu dimana stop loss akan terus bergerak menurun mengikuti harga saat ini.

Menurut Cory Mitchell, salah satu langkah sukses dalam menggunakan trailing stop adalah dengan mengaturnya pada rentang yang tak terlalu lebar, tetapi juga tak terlalu sempit.

Trailing stop dengan rentang lebar dapat membatasi ruang pergerakan harga aset Anda saat terjadi pergerakan pasar harian. Sedangkan, jika trailing stop memiliki rentang terlalu lebar, maka akan menyebabkan trailing stop itu tidak berfungsi dengan baik.

Kelebihan dan kekurangan trailing stop

Hal terakhir yang perlu Anda ketahui dan pahami seputar trailing stop adalah kelebihan dan kekurangannya. Berikut penjelasannya:

Kelebihan

  • Saat Anda memasang trailing stop, aset akan terjual secara otomatis ketika harganya menurun ke titik stop loss yang ditentukan, sehingga keuntungan dari aset tersebut dapat terlindungi.
  • Lebih fleksibel daripada fungsi stop loss yang harus Anda update secara berkala ketika harga aset mengalami fluktuasi cukup besar.

Kekurangan

  • Trailing stop hanyalah sebatas sistem yang membantu seorang trader, tetapi analisis teknikal bahkan fundamental adalah unsur yang tetap harus dipakai bila ingin memperoleh profit lebih maksimal.
  • Aset dengan volatilitas yang tinggi cenderung lebih sulit diperjualbelikan apabila menggunakan trailing stop ini.

Demikian pembahasan seputar apa itu trailing stop yang berhasil Bitocto rangkum untuk Anda. Bagaimana, tertarik menggunakannya sebagai salah satu senjata menekan kerugian? Pastikan juga platform jual beli aset Anda telah terjamin. Mudah, murah, dan aman! Dimana lagi kalau bukan di Bitocto. Unduh aplikasinya dan daftar sekarang juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *