Sebut Sukses Itu Minoritas, Indra Kenz Tak Terima Dituduh Trader Palsu Hingga Beri Klarifikasi

Sebut Sukses Itu Minoritas, Indra Kenz Tak Terima Dituduh Trader Palsu Hingga Beri Klarifikasi

CERDASBELANJA.ID – Istilah trading dalam beberapa waktu terakhir menjadi trending dan viral.

Trading adalah proses transaksi finansial jangka panjang atau istilahnya aktivitas perdagangan dalam bentuk mata uang.

Bisa dibilang, trading adalah sebuah jenis investasi yang ilegal atau legalnya tergantung sudut pandang setiap orang.

Nah saat ini, nama Indra Kenz sedang hangat diperbincangkan usai dituduh sebagai trader palsu.

Tuduhan tersebut berawal dari seorang laki-laki yang mengaku sebagai korbannya dan merugi hingga ratusan juta.

Usai mendapatkan tuduhan tersebut, Indra Kenz tak terima dan langsung memberikan klarifikasi.

Dalam klarifikasinya, Indra Kenz merasa dirugikan dengan tuduhan yang tak berlandaskan bukti atau data yang jelas.

"Buat akang-akang yang banting laptop ya, itu Rp540 juta kronologisnya seperti apa?” tulis Indra Kenz dalam postingan di Instagram Story belum lama ini.

Lebih lanjut, Indra Kenz menjelaskan faktor utama kerugian yang dialami laki-laki tersebut hingga merugi ratusan juta.

“Itu kan lu pasti deposit dulu 10 juta, terus lose deposit lagi, terus lose deposit lagi, jadi total 540 juta, kan? Nggak ada yang ngajarin kayak gitu”

Indra Kenz menyebut, dalam dunia trading harus memahami istilah trading plan, cutlose, dan profit.

“Kan udah di ajarin trading plan, harus cutlose, jangan tamak. Lu yang tamak, kok, gue yang disuruh tanggung jawab? Profit nggak dibagi lose dimaki" ungkap Indra.

Seakan tak cukup memberikan klarifikasi melalui Instagram Story, Indra Kenz kembali memberikan penjelasan melalui podcast bersama Gilang Dirga.

Menurut Indra Kenz, sukses itu minoritas dan tak ada yang menjamin semua bisa sukses melalui trading.

“Gak usah trading deh ya, sukses di bidang lain deh yang di bidang kuliner, startup, teknologi, kan memang minoritas” jelas Indra Kenz pada Gilang Dirga.

Indra Kenz memang membenarkan bahwa lebih banyak yang lose, tapi dirinya hanya tak terima disebut trader palsu.

“Lebih banyak yang lose dari pada yang profit, bener. Bukan hanya trading bro, semua hal”. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *