Apa itu Hedging Dan Mengapa Hedging Adalah Instrumen Penting Perlindungan Nilai Portofolio Anda

Apa itu Hedging Dan Mengapa Hedging Adalah Instrumen Penting Perlindungan Nilai Portofolio Anda

Apa itu hedging? Hedging adalah sebuah investasi untuk mengurangi resiko dari perubahan harga yang dapat membuat investor rugi. Biasanya dalam hedging, kamu akan mengambil posisi bertolak belakang dari investasi yang kamu pegang saat ini.

Untuk lebih lengkapnya, kita akan membahas pengertian hedging dan contohnya dibawah, yang mana merupakan salah satu teknik dan strategi investasi tingkat lanjut dalam trading. Jika perlu, baca artikel-artikel kami sebelumnya untuk memperdalam ilmu trading kamu sebelum masuk ke bahasan topik tentang hedging kali ini.

Pengertian Hedging

Hedging artinya dalam Bahasa Indonesia sama dengan melindungi nilai. Jika diartikan lebih luas, dalam dunia investasi definisi hedging yaitu instrumen investasi yang melindungi keuangan kamu dari situasi yang tidak menentu. Pada momen tersebut hedging mampu untuk melawan resiko kerugian saat portofolio kamu mengarah ke negatif dalam siklus tertentu. Hedging secara prinsip mirip diversifikasi walaupun keduanya bisa berbeda tergantung dari manajemen portofolio masing-masing investor.

Hedging berlaku untuk meminimalisir kemungkinan merugi dari portofolio kamu secara keseluruhan. Kalaupun tetap rugi, kamu tidak akan bangkrut. Intinya instrumen ini berprinsip selayaknya manajemen resiko atau bahkan asuransi bagi portofoliomu.

Apa itu hedging bisa mudah dipahami layaknya asuransi. Dalam asuransi, kamu diharuskan membayar premi dalam jumlah tetap setiap bulannya. Kalaupun rumahmu terbakar, kamu bisa mengklaim jumlah kerugian sesuai dengan kesepakatan awal. Dalam hedging , meskipun kamu merugi dalam aset yang sudah ada, hedging mampu mengurangi kerugian tersebut karena memang diprediksi mampu untuk bergerak berlawanan arah dari turunnya nilai aset awal. Sehingga kamu tidak merugi total.

Karena itu banyak investor yang menggunakan instrumen ini saat pasar sedang tidak menentu dengan membeli emas.

Strategi Manajemen Resiko

Hedging dalam dunia finansial merupakan salah satu bentuk strategi manajemen resiko. Fungsi utama hedging adalah untuk mengurangi resiko atau ketidakpastian. Kerugian dapat diprediksi arahnya dalam fluktuasi harga aset dan melihat pengaruh instrumen lain yang saling bertolak belakang. Jika saham misalnya punya potensi jatuh, maka harga emas akan cenderung naik.

Prinsipnya dengan mengaplikasikan resiko dengan potensi keuntungan di instrumen lain walaupun ada dua keputusan berbeda saat itu. Jika saham tetap naik maka hasilnya sangat baik. Namun jika saham jatuh, maka hasilnya juga bisa diimbangi dengan hedging pada instrumen emas yang sudah kita persiapkan sebelumnya, dimana nilainya naik.

Sederhananya, arti hedging adalah satu investasi dengan mengambil potensi pendekatan untuk hasil yang bertolak belakang.

Kamu tetap akan rugi saat resiko yang sudah diprediksi terjadi yang mana hedging tidak mampu untuk menanggulangi hal ini. Namun kamu tidak akan mengalami kerugian total atas kejadian tersebut. Bukan hanya investor individual yang mengaplikasikan hedging. Manajer investasi juga tidak jauh dari instrumen ini. Hedging sangat berguna untuk meminimalisir ekspos terhadap berbagai macam resiko dan mengurangi dampak pada resiko tersebut.

Contoh Hedging

Komoditas emas

Komoditas emas bisa menjadi contoh hedging yang paling mudah dipahami. Emas memiliki fundamental yang kuat karena di masa inflasi tinggi nilai emas tetap walaupun mata uang jatuh. Emas adalah aset lindung nilai yang baik karena bertentangan dengan deflasi mata uang atau inflasi.

Emas memiliki nilai hedging bagi mata uang yang tinggi karena sebab ini. Dengan pergerakan emas yang lebih stabil, emas menjadi pilihan untuk mengurangi resiko dari perdagangan forex.

Karena itu pula emas bisa bertahan terhadap inflasi tinggi, seperti saat krisis moneter 1998, banyak pengusaha yang menukarkan uang tunai mereka ke dalam bentuk emas batang. Nilainya tidak banyak berubah karena bernilai secara global, kemudian emas dijual lagi disaat Rupiah kembali stabil untuk menjadi modal usaha kembali.

Banyak orang berinvestasi dalam emas karena bisa menjadi hedging melawan nilai saham. Menariknya, berdasarkan penelitian dari Trinity College di Dublin, Jerman, rata-rata harga emas meningkat sejak 15 hari pasar saham jatuh. Nilai emas naik dalam kasus ini karena permintaan yang meningkat pesat. Begitu pula saat IHSG turun nilainya pada awal September, emas menjadi alternatif investasi dan hedging bagi investor untuk menempatkan dana mereka secara efisien.

Namun praktik investasi langsung dalam aset emas karena nilainya akan naik tidak bisa disebut hedging. Istilah hedging hanya dipakai untuk manajemen resiko dari portofolio yang sudah kita miliki.

Teknik Hedging

Teknik hedging adalah teknik yang diterapkan dalam dunia finansial untuk mengurangi efek dari resiko terukur dalam pergerakan aset di masa yang akan datang, yang bisa berupa komoditas, arus kas, saham, forex, aset dan pasiva. Dengan kata lain, teknik ini mampu mengurangi resiko dari pergerakan arah yang sudah diprediksi di awal.

Contohnya mata uang. Ada banyak resiko di dalamnya seperti resiko volatilitas, resiko mata uang sendiri, resiko ekspos mata uang, dan sebagainya. Arti hedging dalam forex dapat berupa manajemen resiko-resiko tadi untuk mendapatkan stabilitas nilai dalam durasi yang sudah ditentukan. Beberapa instrumen yang dapat diaplikasikan dalam hedging forex berupa:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *