Strategi tren sebagai analisis pergerakan harga

Strategi tren sebagai analisis pergerakan harga

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.

Mengenal Produk Investasi

Ini Cara Membedakan Analisis Teknikal dengan Analisis Fundamental

Ini Cara Membedakan Analisis Teknikal dengan Analisis Fundamental

Investasiku.co.id – Pilih hasil analisis teknikal atau lebih baik pakai analisis fundamental? Bukan soal mana yang lebih baik, dua aliran analisa untuk memilih saham layak dibeli atau jual itu memiliki karakteristik yang berbeda. Kenali lagi supaya lebih bijak dalam memilihnya.

Investor, terutama investor di pasar saham, pada umumnya memang akan bertemu dengan rekomendasi hasil dua analisa itu. Para analis teknikal memberikan rekomendasi saham-saham hasil analisis teknikal dan para analis fundamental menjabarkan saham-saham berdasarkan hasil analisis fundamental.

Kamu termasuk yang mana? Pilih yang mana? Sebenarnya tidak perlu dibedakan seperti itu. Faktanya ketika ada rekomendasi yang mengatakan “Saham WXYZ secara teknikal berpotensi rebound. Layak beli.” Maka pertanyaan berikutnya dari investor adalah “Kondisi perusahaan WXYZ itu memang seperti apa? Bisnisnya sekarang lagi bagus ya?”

Rekomendasi dari analisis teknikal coba dipertanyakan untuk dijawab berdasarkan analisis fundamental. Pada kesempatan lain, kondisi sebaliknya juga banyak terjadi. Rekomendasi berdasarkan analisis fundamental dilanjutkan dengan pertanyaan secara teknikal.

Pertanyaan sejenis itu banyak terjadi karena situasinya sangat relatif. Pada satu waktu seorang investor bisa saja menitikberatkan pada aspek fundamental. Sebaliknya, pada waktu berbeda, investor yang sama bisa sangat menitikberatkan pada analisis teknikal.

Analisis teknikal dan fundamental memang mengacu pada metodologi berbeda. Meski begitu keduanya memiliki tujuan yang sama; membantu meneliti dan memerediksi tren ke depan agar memudahkan pasar atau investor mendapatkan investasi terbaik.

Supaya lebih menyadari tentang kenapa, kapan, dan bagaimana antara analisis teknikal dan analisis fundamental itu saling melengkapi, kita bahas faktor-faktornya seperti ini.

Definisi

Analisis fundamental adalah metodologi atau strategi untuk menganalisis investasi saham atau efek lainnya dengan cara mencari atau menemukan nilai intrinsiknya.

Faktor yang dihitung dan dinilai terdiri dari berbagai aspek, antara lain; kondisi manajemen perusahaan, tren industri, kondisi ekonomi secara keseluruhan, dan beberapa faktor penting lainnya.

Tujuan utamanya adalah untuk memerkirakan nilai tertentu bagi perusahaan yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Hasil dari analisis fundamental biasanya dalam bentuk beberapa istilah atau rekomendasi seperti undervalued, overvalued, dan lainnya.

Analisis Teknikal adalah metode yang menghitung atau mengamati trend dan momentum pergerakan harga saham atau efek lainnya dari sisi harga, volume, dan frekuensinya. Tujuannya untuk mendapatkan sebuah pola, tren, untuk disimpulkan menjadi kapan harus membeli atau menjual saham atau efek dimaksud.

Hasil analisis teknikal biasanya menyertakan dua rentang batas harga atau level yaitu level support (bawah) dan level resistance (atas).

Analis teknikal menggunakan grafik dalam melaksanakan analisanya sehingga sering mendapat julukan sebagai kaum Chartis. Pada praktik kerjanya mereka tidak banyak mengonfirmasi terhadap kondisi keuangan seperti yang dilakukan kaum Fundamentalis.

Dari definisi di atas bisa dirinci lagi untuk lebih mengenal batas pembeda antara analisis teknikal dan analisis fundamental yang secara kegunaan bisa saling melengkapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *