Phillip Securities: IHSG Diprediksi Masih Dalam Trend Sideways

Phillip Securities: IHSG Diprediksi Masih Dalam Trend Sideways

Jakarta - IHSG berakhir negatif ditengah menguatnya indeks-indeks bursa Asia yang terjadi seiring harapan bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan membeli obligasi Spanyol dan Italia untuk membendung krisis utang di zona Eropa. IHSG ditutup di 4,085.580, terpangkas 19.919 poin atau 0.49% di akhir sesi perdagangan yang cukup datar. Turunnya IHSG terjadi seiring aksi jual oleh investor domestik, sementara investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih dengan total nilai Rp 120.63 miliar. Tujuh dari sembilan sektor utama melemah, dimana sektor barang konsumen turun 1.46%, sektor infrastruktur kehilangan 0.52% dan sektor pertambangan melemah 0.51%. Indeks LQ 45 - yang mencatat pergerakan saham-saham blue-chip Indonesia – ditutup di 699.299, turun 4.453 poin atau 0.63%. Sebagian besar indeks bursa-bursa regional Asia berakhir positif pada perdagangan Selasa (07/08), dipicu oleh ekspektasi bahwa ECB akan membeli surat-surat utang Spanyol dan Italia dalam upaya menahan semakin memburuknya krisis utang zona Eropa. Harapan tersebut didukung oleh pernyataan kanselir Jerman – Angela Merkel yang mengatakan pemerintahannya mendukung program pembelian obligasi oleh ECB. Lebih dari 125 saham ditutup negatif, 100 saham menguat, dan 99 saham stagnan pada akhir sesi perdagangan Selasa di Bursa Efek Indonesia, dimana 3.785 miliar lembar saham senilai Rp 3.007 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Saham-saham yang mengkontribusi positif pada perdagangan Selasa antara lain Delta Djakarta (DLTA) naik 4,500 poin atau 2.36% ke Rp 195,000, Taisho Pharmaceutical Indonesia (SQBI) mencetak 3,000 poin atau 1.27% di Rp 240,000, Multi Prima Sejahtera (LPIN) menguat 375 poin atau 9.68% ke Rp 4,250, Sarana Menara Nusantara (TOWR) bertambah 150 poin atau 0.84% menjadi Rp 17,950, Eatertainment International (SMMT) naik 125 poin atau 6.02% ke Rp 2,200. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak di antaranya saham Lion Metal Works (LION) turun 850 poin atau 8.10% menjadi Rp 9,650, Gudang Garam (GGRM) melemah 750 poin atau 1.46% di Rp 50,650, Mayora Indah (MYOR) terpangkas 600 poin atau 2.73% ke Rp 21,400, Unilever Indonesia (UNVR) kehilangan 600 poin atau 2.44% di Rp 24,000, Astra Agro Lestari (AALI) jatuh 400 poin atau 1.76% ke Rp 22,300.

Sebagian besar saham-saham AS ditutup positif pada perdagangan Selasa (07/08), dengan indeks S&P 500 berakhir di atas level 1,400 dan Nasdaq Composite di atas 3,000 untuk pertama kalinya sejak bulan Mei, dipicu oleh optimisme bahwa pasar saham dapat bertahan meskipun krisis utang Eropa dan lemahnya ekonomi AS masih terjadi. Investor lebih memilih mengesampingkan kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa pada perdagangan Selasa di pasar saham AS. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup di 13,168.60, naik 51.09 poin atau 0.4%. Indeks S&P 500 naik 7.12 poin atau 0.5% di 1,401.35, dengan energi menjadi pemacu indeks. Sementara indeks Nasdaq Composite menguat 25.95 poin atau 0.9% ke 3,015.86.

IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat hari ini. Namun masih akan bergerak dalam channel sideways jangka pendeknya. Pergerakkan beberapa hari terakhir menunjukkan belum ada sentimen yang cukup signifikan untuk menggerakkan indeks. IHSG kami perkirakan akan bergerak di kisaran 4,059-4,140.

Technical Recommendations:
PGAS (3,725) – SELL. R2: 3,825, R1: 3,775, S1: 3,675, S2: 3,625
KLBF (3,950) – BUY. R2: 4,025, R1: 3,975, S1: 3,900, S2: 3,850
LSIP (2,875) – BUY. R2: 3,050, R1: 2,925, S1: 2,775, S2: 2,700
WIKA (1,080) – BUY. R2: 1,130, R1: 1,100, S1: 1,020, S2: 980

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *