Belajar menerapkan candlestick pada trading Forex

Belajar menerapkan candlestick pada trading Forex

Indri Dwi adalah Seorang Trading Coach dan Profesional trader yang memiliki lebih dari 8 tahun pengalaman dalam perdagangan Emas & Forex. Keahliannya dalam trading khususnya saat menggunakan Exponential Moving Average. Indri ada disini untuk membimbing Anda dalam trading dan membantu Anda menemukan broker yang tepat dan terpercaya.Dia ada di sini untuk membantu Anda mendapatkan broker tepercaya.

zoom

Candlestick adalah sebuah metode untuk memetakan dan membaca pergerakan harga saham, komoditas dan forex. Teknik ini termasuk dalam kelompok analisis teknikal dan merupakan teknik tertua yang diciptakan oleh Munehisa Homma. Cara membaca candlestick sangatlah mudah daripada kita membaca harga melaui bar chart dan line chart. Candlestick berwarna hijau adalah Candle bullish (naik), Sedangkan Candlestick berwarna merah adalah Candle Bearish (turun).

Perhatikan bahwa pada candlestick itu ada yang disebut body atau badan, yaitu selisih antara harga open dan harga close, dan juga shadow (bayangan/ekor), yaitu selisih antara High/Low dan Open/Close. Panjang body dan shadow dalam analisis teknikal menggunakan Candlestick memiliki peranan yang sangat penting. Semakin panjang body dapat diartikan semakin jelas arah pasar yang terlihat melalui batang candlestick. Semakin panjang shadow menunjukan semakin besar tekanan balik yang diberikan pasar atas trend yang tebentuk saat ini. Salah satu hal yang paling sulit dalam trading forex adalah mengetahui aksi pembalikan harga. Sebenarnya banyak sekali analisis teknikal untuk membantu identifikasi, tetapi yang lebih banyak digunakan adalah candlestick, yang digunakan sebagai petunjuk pertama dalam melakukan identifikasi pasar. Mempelajari dan memahami pola candlestick merupakan cara yang bagus untuk memulai analisis trading, karena candle sendiri merupakan interpretasi langsung dari tindakan harga. Artikel ini akan membahas bagaimana cara untuk fokus trading forex dengan mengandalkan sinyal pembalikan dari pola bullish morning star.

Pola bullish morning star adalah pola candle yang terbentuk pada akhir suatu downtrend panjang. Pola candle ini digambarkan seperti candle di atas. Perlu dicatat bahwa bullish morning star terdiri dari tiga candle yang berbeda. Candle pertama harus menggambarkan kelanjutan dari trend menurun. Candle kedua akan menunjukkan perlambatan dari momentum bearish. Di sini, harga akan membuat satu pergerakan terakhir pada level yang lebih rendah dengan penutupan candle di dekat pembukaan harga. Doji dan hammer sering ditemukan dalam posisi ini. Candle ketiga dalam pola bullish morning star adalah sinyal pembalikan yang sebenarnya. Sebuah candle biru yang digambarkan pada grafik di atas tampak memulai ayunan baru dalam momentum bullish. Idealnya, candle ketiga ini mencerminkan bullish engulfing dengan tinggi di atas candle sebelumnya. Lonjakan yang kuat dalam harga menggambarkan tekanan beli. Semakin besar ukuran candle, maka semakin kuat sinyal reversalnya.

Implementasi Strategi Bullish Morning Star dalam Trading

Hal terpenting mengenai bullish morning star adalah kenyataan bahwa sekali Anda bisa mengidentifikasinya, Anda dapat segera menerapkan pada trading Anda. Dalam grafik di bawah Anda dapat melihat pola bullish morning star pada daily chart XAU/USD. Reli bullish pair tersebut didahului dengan bullish morning star yang memberikan sinyal awal bagi trader untuk mengidentifikasi pembalikan trend dan memanfaatkan peluang buy. Trader sering memilih untuk menggunakan strategi breakout di pasar saat ada pembalikan. Dalam skenario tersebut, level high pada candle pertama dapat digunakan sebagai area resistance. Entry buy dapat diatur pada saat pair mematahkan batas resistance tersebut.

Tidak jarang trader menggunakan analisis ini dengan oscillator. Order dapat ditempatkan dalam arah tren baru ketika indikator seperti RSI menunjukkan momentum kembali dari level oversold. Apapun metode yang dipilih, trader harus mempertimbangkan untuk menempatkan stop order di bawah low candle kedua. Sehingga, jika ada kegagalan dalam pembalikan harga, trader dapat keluar dari transaksi buy pada level yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *