Apakah Pendanaan P2P Lending Merupakan Alternatif Investasi Aman?

Apakah Pendanaan P2P Lending Merupakan Alternatif Investasi Aman?

Apakah Pendanaan P2P Lending Merupakan Alternatif Investasi Aman?

Apa sih yang menjadi konsiderasi kamu saat akan melakukan investasi? Tentu hal yang terlintas di pikiranmu adalah imbal hasil dan risikonya. Beberapa investor memilih investasi dengan tingkat imbal hasil yang tinggi, namun ada juga investor yang konservatif, yang lebih memilih investasi yang bersifat minimum risiko, sekalipun imbal hasilnya cenderung rendah.

Masyarakat Indonesia sendiri umumnya lebih konservatif terhadap investasinya, karena itu mereka lebih memilih investasi yang aman dengan risiko minim. Biasanya sebagian besar masyarakat Indonesia lebih senang berinvestasi dalam bentuk deposito karena keamanan dan kemudahannya. Tetapi adakah alternatif investasi lain yang mudah dan aman?

Saat ini perkembangan investasi di Indonesia terbilang baik, terutama setelah adanya opsi investasi online di era digital ini, sehingga pilihan investasi sudah semakin banyak dan dapat diakses dengan lebih mudah. Tentunya mereka tetap akan mencari alternatif investasi yang aman.

Adanya perkembangan alternatif investasi online mendukung investor pemula untuk memulai investasi dan investor berpengalaman untuk melakukan diversifikasi portofolionya. Di antara beragamnya jenis-jenis investasi saat ini, salah satu alternatif investasi di era digital yang sedang berkembang pesat dan relatif aman adalah melalui pendanaan Peer-to-Peer Lending (P2P Lending).

Untuk mengetahui aspek keamanan dari P2P Lending, kita perlu mengetahui jenis-jenis P2P Lending terlebih dahulu.

Jenis-jenis P2P Lending

Sebenarnya apa sih P2P lending? Secara garis besar, P2P lending menghubungkan pemberi pinjaman (Lender) yang ingin mengembangkan dana dengan peminjam (borrower) yang membutuhkan dana tambahan.

P2P lending sendiri terdiri dari beberapa jenis, diantaranya P2P Lending konsumtif dan P2P Lending produktif. Di P2P Lending konsumtif, pinjaman yang diberikan oleh Lender biasanya digunakan untuk kegiatan konsumtif yang tidak akan meningkatkan pendapatan, seperti shopping atau travel.

Sementara itu, P2P Lending produktif adalah P2P Lending yang menghubungkan antara calon Lender dengan pemilik usaha yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya, sehingga usaha tersebut dapat meningkatkan pendapatannya.

Pada umumnya, P2P lending produktif memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan P2P lending konsumtif, karena pinjaman produktif akan diberikan kepada usaha yang akan menghasilkan pendapatan kembali, sehingga lebih jelas sumber pembayaran pinjamannya.

Terlebih lagi, biasanya suatu usaha sudah memiliki jejak rekam performa dalam bentuk laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar penilaian pemberian pinjaman.

P2P Lending Konsumtif dan Produktif memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Di P2P Lending Konsumtif, tentunya imbal hasil bisa lebih tinggi daripada P2P Lending Produktif karena risiko yang relatif lebih besar. Di sisi lain, kelebihan P2P Lending Produktif adalah kelengkapan informasi calon peminjam (UKM) dari sisi laporan keuangan, adanya berbagai jenis agunan, dll, sehingga risiko lebih terukur.

Kelebihan lain P2P Lending Produktif adalah, Lender turut membantu perkembangan UKM Indonesia, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi. Kelemahan P2P Lending Produktif ada pada waktu menunggu pendanaan crowdfunding selesai (karena nilai pinjaman yang besar), dan juga imbal hasil yang bisa lebih rendah daripada P2P Lending Konsumtif. Lender dapat memilih salah satu atau bahkan keduanya dalam mengembangkan dana, tergantung preferensi risiko masing-masing Lender.

Persiapkan Masa Depanmu dengan Alternatif Investasi yang Aman

Akseleran adalah salah satu platform P2P Lending di Indonesia terdepan yang sudah menyalurkan pinjaman produktif lebih dari Rp. 700 Miliar ke UKM-UKM Indonesia. Akseleran menyediakan berbagai pilihan produk pinjaman produktif untuk UKM, dengan suku bunga yang kompetitif dan fleksibilitas dalam hal tenor pinjaman, model pembayaran, serta penyertaan agunan.

Untuk para Lender yang ingin mengembangkan dana, Akseleran juga membuka alternatif peluang pengembangan dana dengan imbal hasil yang menarik (rata-rata 18%-21% per tahun) dan sepadan dengan risiko yang ada.

Untuk keamanan Lender, Akseleran juga memiliki proteksi asuransi dan agunan di hampir setiap pinjaman, sehingga memberikan perlindungan lebih terhadap para Lender. Dalam prosesnya pun, Akseleran menyeleksi terlebih dahulu mereka yang akan mengajukan pinjaman dengan seleksi yang ketat melalui proses seperti credit scoring dan peninjauan lebih dalam laporan keuangan UKM tersebut. Ini yang menjadikan pendanaan P2P Lending Akseleran sebagai alternatif investasi yang aman.

Akseleran sendiri merupakan platform P2P Lending yang telah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, kamu juga bisa memulai pendanaan awalmu dengan modal yang relatif lebih kecil, mulai dari Rp 100 ribu saja sehingga risiko pendanaan dapat kamu tentukan sendiri.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil 18%-21% per tahun di Akseleran. Apabila kamu masih ragu mencoba, Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode KONTAN2019. Risiko melakukan pendanaan di Akseleran juga relatif rendah karena lebih dari 99% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan.

Daftar Akseleran dengan unduh aplikasi Akseleran di Google Play atau Apple App Store

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan langsung bisa juga menghubungi 0811-9300-443 atau untuk pinjaman dana usaha kamu bisa menghubungi 0815-1869-896 atau 0812-8430-0520 atau via email [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *