Option strategi resources

Option strategi resources

Mei 21, 2020 by Tubagus Raymond in ARTIKEL

Pendahuluan

Strategi diibarakan sebagai ”peta” bagi suatu organisasi bisnis. Melalui strategi bisnis yang valid akan menjadi awal proses dan sebagai sarana bagi organisasi dalam mencapai pertumbuhan laba, dan target lainnya. Sebagai catatan bahwa strategi dianggap berhasil apabila menghasilkan laba yang berkelanjutan di atas rata-rata dibandingkan dengan pesaing dari waktu ke waktu. Karena itu, memilih strategi yang salah akan dapat menjadi masalah bagi perusahaan.

Agar dapat meyakinkan bahwa strategi yang dipilih ”benar” maka strategi tersebut harus terus dievaluasi dengan berbagai pendekatan. Terkait dengan evaluasi strategi bisnis, Gaffney (2019)[1], mengungkapkan beberapa hal antara lain; evaluating strategic options, measurement guidelines for strategic effectiveness, measuring based on external consistency, having enough of the right resources, finding a good balance, failing to properly assess needs, measuring the risk of a chosen strategy, & allow for the appropriate time horizon. Berbagai hal yang diungkapkan Gaffney tersebut akan dipaparkan berikut.

Evaluating Strategic Options

Manajemen perlu meluangkan waktu & pemikiran, untuk mengimplementasikan & mengevaluasi opsi-opsi strategis. Menerapkan strategi bisnis yang hebat dapat membuat suatu perusahaan mengungguli perusahaan lain yang memiliki sumber daya unggul. Meski evaluasi dan seleksi strategi sangat penting untuk kesuksesan masa depan perusahaan, tapi itu bukan satu-satunya faktor. Perusahaan juga harus memiliki manajemen yang kompeten & memiliki kejelasan mengenai tujuan dan kebijakan perusahaan. Tujuan perusahaan menggambarkan apa yang ingin dicapai, sedangkan kebijakan merupakan sarana untuk mencapai tujuan.

Mendefinisikan strategi melalui kebijakan, akan membahas terkait bagaimana peru-sahaan akan memenuhi tujuan ke depan. Kebijakan menggambarkan apa yang harus & tidak boleh dilakukan manajemen dan karyawan untuk membantu perusahaan mencapai tujuannya. Kebijakan harus menggambarkan secara eksplisit tentang strategi perusa-haan & memberikan arahan kepada staf. Saat perusahaan memutuskan strategi bisnis tertentu, ada beberapa risiko yang terlibat. Perusahaan yang tidak memiliki kejelasan atau pemahaman nyata tentang tujuan akan berisiko untuk gagal. Beberapa perusahaan menggunakan tujuan menjadi lebih besar tanpa strategi yang mempertimbangkan bagaimana manajemen saat ini akan menangani operasi yang lebih besar.

Measurement Guidelines for Strategic Effectiveness

Metode evaluasi strategi bisnis dimulai dengan menilai konsistensi tujuan internal dan kebijakan untuk setiap bagian perusahaan. Setiap perbedaan dalam strategi (seperti perusahaan milik keluarga yang menginginkan pertumbuhan yang cepat tetapi juga ingin mempertahankan kontrol atau kepemilikan keluarga), akan menimbulkan masalah karena kurangnya konsistensi dengan strategi internal.

Measuring Based on External Consistency

Strategi bisnis juga harus diukur berdasarkan konsistensi eksternalnya. Setiap perusahaan memiliki harga tertentu. Karena itu, kebijakan penetapan harga, tema periklanan dan tindakan lainnya harus menunjukkan bagaimana hubungannya dengan pelanggan saat ini. Strategi perusahaan harus mendukung lingkungan luar, termasuk perusahaan sejenis, persaingan, ekonomi saat ini dan perkembangannya di masa depan.

Having Enough of the Right Resources

Memiliki cukup sumber daya yang tepat sangat penting untuk strategi bisnis yang sukses. Dalam menilai dan mengukur efektivitas strategi, penting untuk memperhitungkan kepercayaan tim manajemen, ketersediaan uang untuk mengimplementasikan strategi, serta fasilitas fisik yang tersedia untuk perusahaan.

Finding a Good Balance

Mengukur efektivitas termasuk menilai apakah perusahaan telah menemukan keseimbangan yang baik antara tujuan yang diinginkan dan sumber daya aktual yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi yang valid akan memiliki proses untuk mengidentifikasi dan memproyeksikan perkiraan jumlah sumber daya yang dibutuhkan perusahaan; tingkat di mana mereka akan digunakan; dan peluang bahwa sumber daya akan tersedia saat perusahaan membutuhkannya.

Failing to Properly Assess Needs

Kesalahan umum saat mengukur efektivitas strategi adalah kegagalan perusahaan dalam menilai dengan baik kebutuhannya, dan meremehkan atau terlalu optimis tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk mencapai strategi. Ini sulit bagi semua bisnis, & banyak bisnis kecil gagal karena mereka meremehkan dan memiliki sumber daya yang tidak memadai untuk melewati periode awal atau menangani penurunan yang tidak terduga dalam bisnis.

Measuring the Risk of a Chosen Strategy

Penting untuk mengukur risiko strategi yang dipilih. Bagi sebagian besar perusahaan, strategi yang mereka pilih & sumber daya yang tersedia akan menentukan risiko strategi operasional mereka. Bahkan strategi terbaik dapat gagal apabila perusahaan kehabisan uang. Karena itu, setiap perusahaan harus memilih tingkat risiko yang dapat ditangani. Ini dapat dihitung secara matematis tetapi juga dinilai berdasarkan kualitatif.

Allow for the Appropriate Time Horizon

Strategi bisnis tidak akan berhasil di waktu yang tidak tepat. Strategi yang layak mencakup tujuan dan kejelasan tentang kapan tujuan akan dicapai. Namun tolok ukur kualitatif dapat membantu organisasi berubah perlahan dan perlu waktu beradaptasi dengan modifikasi strategi apa pun. Saat perusahaan semakin besar, mereka juga harus mempersiapkan lebih awal target waktu untuk menerapkan perubahan pada strategi. Ini membuka peluang perusahaan memiliki lebih banyak ide dan taktik untuk dipertimbangkan dan diimplementasikan. Perusahaan yang tidak punya banyak waktu, mungkin hanya punya cukup waktu untuk merger atau akuisisi untuk menyelamatkan diri.

[1] Cynthia Gaffney, 2019 (Reviewed by Michelle Seidel, B.Sc., LL.B., MBA), How to Evaluate Business Strategies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *